Project Management menurut Alquran dan Sunnah

Pembangunan dan pengembangan fungsi, kurikulum dan mekanisme Project Management menurut Alquran dan sunnah, pakar ahli dan praktisi profesional internasional

Bismillahirrahmanirrahim ..

Mari kita bangun dan kembangkan fungsi, kurikulum, dan mekanisme dari kursus “20 min of videos left” ini, dengan mengintegrasikan prinsip Al-Quran dan Sunnah, serta pandangan ahli dan praktisi profesional internasional.

Fungsi Kursus:

* Membekali Keterampilan Manajemen Proyek Islami: Kursus ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang manajemen proyek yang selaras dengan nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, amanah, profesionalisme, dan kebermanfaatan bagi umat.
* Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Proyek: Melalui penerapan prinsip-prinsip manajemen proyek modern yang teruji, peserta diharapkan dapat mengelola proyek dengan lebih efektif, efisien, dan mencapai tujuan yang ditetapkan.
* Menghasilkan Output Proyek Berkualitas Tinggi: Dengan memahami cara menetapkan tujuan yang jelas, menentukan ruang lingkup yang tepat, dan mengukur keberhasilan proyek, peserta diharapkan dapat menghasilkan output proyek yang berkualitas tinggi dan memberikan dampak positif.

Kurikulum Kursus (sesuai Al-Quran dan Sunnah):

1. Pendahuluan:
* Ayat Al-Quran tentang Perencanaan:
* Surah Al-Hasyr ayat 18: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)
* Penjelasan: Ayat ini menekankan pentingnya perencanaan dan persiapan untuk masa depan, termasuk dalam konteks manajemen proyek.
* Hadits tentang Pentingnya Ilmu:
* “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
* Penjelasan: Hadits ini mendorong umat Islam untuk terus belajar dan mengembangkan diri, termasuk dalam bidang manajemen proyek.

2. Menetapkan Tujuan Proyek:
* Konsep Maqasid Asy-Syariah: Memahami tujuan utama proyek dalam kerangka Maqasid Asy-Syariah (tujuan-tujuan syariat), seperti menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.
* Prinsip SMART: Menetapkan tujuan yang Spesifik, Terukur, Dapat Dicapai, Relevan, dan Berbatas Waktu.

3. Menentukan Ruang Lingkup Proyek:
* Konsep Qana’ah: Menjaga keseimbangan antara ambisi dan kemampuan, tidak mengambil proyek yang melebihi kapasitas.
* Prinsip Prioritas: Memprioritaskan tugas-tugas yang paling penting dan berdampak besar.

4. Mengukur Keberhasilan Proyek:
* Konsep Hisab: Menyadari bahwa setiap tindakan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
* Prinsip Evaluasi: Melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan mencapai tujuan yang ditetapkan.

Mekanisme Kursus:

* Pembelajaran Interaktif: Menggunakan kombinasi video, bacaan, kuis, dan diskusi untuk meningkatkan pemahaman peserta.
* Studi Kasus dari Proyek-Proyek Islami: Menganalisis contoh proyek-proyek yang berhasil di dunia Islam, seperti pembangunan masjid, lembaga pendidikan, atau program sosial.
* Mentoring dari Ahli dan Praktisi: Memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi dan belajar langsung dari para ahli dan praktisi manajemen proyek yang berpengalaman di bidang masing-masing.
* Evaluasi Berbasis Kompetensi: Menggunakan penilaian yang berfokus pada kemampuan peserta untuk menerapkan konsep-konsep manajemen proyek dalam konteks Islami.

Integrasi Pandangan Ahli dan Praktisi Profesional Internasional:

* Ahli Manajemen Proyek: Memaparkan teori dan praktik manajemen proyek modern yang relevan dengan konteks Islami.
* Ulama dan Cendekiawan Muslim: Memberikan pandangan dan nasihat tentang bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam manajemen proyek.
* Praktisi Profesional Muslim: Berbagi pengalaman dan pelajaran berharga dari proyek-proyek yang telah mereka kerjakan.

Dengan memadukan prinsip-prinsip Al-Quran dan Sunnah, serta pandangan ahli dan praktisi profesional internasional, kursus ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya ahli dalam manajemen proyek, tetapi juga memiliki integritas moral dan komitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Wallahu a’lam bishowab

Silahkan berpartisipasi dan berkontribusi dalam Peradaban Politik Pembaharuan
#100TahunKebangkitanUmatUlama
potensi.islamicity.tv
dan
qris.masjid.islamicity.tv
register.islamicity.tv

ANIESCity
maju.islamicity.tv

Budaya Organisasi

Budaya Organisasi Islamicity: Integrasi Nilai-nilai Islam dalam Lingkungan Kerja Modern

Islamicity, sebagai organisasi nirlaba yang juga memiliki usaha profit, memiliki budaya organisasi yang unik dan khas. Budaya ini dibangun di atas fondasi nilai-nilai Islam yang diintegrasikan dengan praktik-praktik terbaik manajemen modern. Berikut adalah beberapa elemen kunci dari budaya organisasi Islamicity:

1. Keimanan dan Ketakwaan:

  • Integritas: Kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap tindakan dan keputusan.
  • Amanah: Tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas dan amanah yang diberikan.
  • Ihsan: Berusaha untuk mencapai hasil terbaik dalam setiap pekerjaan, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi.
  • Adab: Menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan, etika, dan moral dalam berinteraksi dengan sesama.

2. Profesionalisme dan Kompetensi:

  • Pengembangan Diri: Komitmen untuk terus belajar dan mengembangkan diri, baik dalam bidang keagamaan maupun profesional.
  • Inovasi: Mendorong kreativitas dan inovasi dalam mencari solusi untuk tantangan yang dihadapi.
  • Kolaborasi: Bekerja sama secara efektif dalam tim, menghargai perbedaan pendapat, dan saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama.
  • Orientasi Hasil: Fokus pada pencapaian hasil yang berkualitas dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

3. Kepedulian Sosial dan Lingkungan:

  • Keadilan Sosial: Berkomitmen untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.
  • Pelestarian Lingkungan: Menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam sebagai amanah dari Allah SWT.
  • Filantropi: Mengalokasikan sebagian keuntungan dari usaha profit untuk kegiatan amal dan sosial.

4. Keseimbangan Dunia dan Akhirat:

  • Integrasi Nilai-nilai Islam: Mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan, termasuk pekerjaan dan bisnis.
  • Waktu untuk Ibadah: Menyediakan waktu dan fasilitas yang memadai bagi karyawan untuk menjalankan ibadah.
  • Kegiatan Keagamaan: Mengadakan kegiatan keagamaan seperti kajian, pengajian, dan peringatan hari besar Islam.

Implementasi Budaya Organisasi Islamicity:

  • Rekrutmen dan Seleksi: Mencari calon karyawan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memiliki nilai-nilai dan akhlak yang sesuai dengan budaya organisasi.
  • Orientasi dan Pelatihan: Memberikan orientasi dan pelatihan kepada karyawan baru tentang budaya organisasi, nilai-nilai Islam, dan praktik-praktik terbaik manajemen.
  • Komunikasi Internal: Menjaga komunikasi yang terbuka dan transparan antara manajemen dan karyawan, serta mendorong partisipasi karyawan dalam pengambilan keputusan.
  • Penghargaan dan Pengakuan: Memberikan penghargaan dan pengakuan kepada karyawan yang berprestasi dan berkontribusi positif terhadap organisasi.

Manfaat Budaya Organisasi Islamicity:

  • Meningkatkan Motivasi dan Produktivitas Karyawan: Karyawan merasa lebih termotivasi dan produktif karena bekerja di lingkungan yang sesuai dengan nilai-nilai mereka.
  • Memperkuat Identitas dan Citra Organisasi: Budaya organisasi yang kuat dan positif dapat memperkuat identitas dan citra organisasi di mata publik.
  • Meningkatkan Kepuasan dan Loyalitas Karyawan: Karyawan merasa lebih puas dan loyal terhadap organisasi karena merasa dihargai dan didukung.
  • Menarik Bakat-Bakat Terbaik: Budaya organisasi yang positif dapat menarik minat para profesional yang berbakat dan memiliki nilai-nilai yang sama.

Dengan menerapkan budaya organisasi yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai Islam, Islamicity dapat menjadi contoh bagi organisasi lain dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam lingkungan kerja modern, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan umat manusia.