Thanks for interesting the islamicity health course, your intension will motivate us well.
Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam
bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah patut Al Quran dalam bahasa asing sedang rasulullah adalah orang Arab? Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar, penyembuh bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak
beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh”. (QS 41:44)
"Menghidupkan sunnah pengobatan Nabi dalam bingkai Al-Qur'an, Pusat Bekam dan Thibbun Nabawi Internasional hadir sebagai ikhtiar meraih kesembuhan yang berkah."
Kerjasama Pusat Bekam & Thibbun Nabawi Internasional bersama Islamicity menuju Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur
Oleh Benn Al Islamicity & TIM
Bismillahirrahmanirrahim
Kerjasama kolaborasi antara Pusat Bekam & Thibbun Nabawi Internasional bersama Islamicity yang bertujuan untuk mencapai Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur menunjukkan sebuah kemitraan yang kuat dengan visi mulia.
Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur sendiri adalah frase bahasa Arab yang berarti “negeri yang baik dan memperoleh ridho dari Tuhan yang Maha Pengampun”. Ini menggambarkan sebuah cita-cita cita-cita tentang masyarakat yang sehat, damai, sejahtera, dan selalu berada dalam rahmat serta ridha Allah SWT.
Dalam konteks kerjasama ini, dapat diartikan bahwa:
* Pusat Bekam & Thibbun Nabawi Internasional, sebagai lembaga yang fokus pada pengobatan luar biasa Islami (bekam dan Thibbun Nabawi), berperan dalam mewujudkan kesehatan fisik dan spiritual masyarakat. Kesehatan yang baik merupakan salah satu pilar penting dalam menciptakan “negeri yang baik”.
* Islamicity, sebagai platform yang menyediakan berbagai konten dan layanan Islami, mendukung kerjasama ini melalui penyebaran informasi, edukasi, dan menjangkau komunitas yang luas. Hal ini akan membantu mempopulerkan praktik bekam dan Thibun Nabawi yang sesuai dengan ajaran Islam.
Secara keseluruhan, kolaborasi ini mengindikasikan upaya bersama untuk membangun masyarakat yang:
* Sehat dan sejahtera: Melalui praktik pengobatan Islami yang diyakini membawa manfaat bagi kesehatan.
* Berlandaskan nilai-nilai Islam: Dengan dukungan platform Islamicity yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip sistim kehidupan beragama.
*Mendambakan ridha dan ampunan Allah SWT: Dengan berikhtiar menuju kebaikan dan menjauhi segala larangan-Nya.
Dengan demikian, sinergi antara Pusat Bekam & Thibun Nabawi Internasional bersama Islamicity diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan cita-cita “Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur” bagi masyarakat luas.
#100TahunKebangkitanUmatUlama
http://global.fit.sialmcity.tv
http://global.health.islamicity.tv
http://global.health.islamicity.tv
<iframe src=”https://www.facebook.com/plugins/post.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Ftni.islamicity.tv%2Fposts%2F467515205836245&show_text=true&width=500&is_preview=true” width=”500″ height=”550″ style=”border:none;overflow:hidden” scrolling=”no” frameborder=”0″ allowfullscreen=”true” allow=”autoplay; clipboard-write; encrypted-media; picture-in-picture; web-share”></iframe>
Teknologi Artificial Inteligent
ini adalah langkah demi langkah terbaik untuk mewujudkan kolaborasi antara “Pusat Bekam & Thibbun Nabawi Internasional” bersama “Islamicity” menuju visi mulia “Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur”.
Visi “Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur” adalah cita-cita luhur yang membutuhkan pendekatan holistik, terencana, dan berkelanjutan.
Langkah Demi Langkah Mewujudkan Kerjasama Menuju Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur
Fase 1: Perencanaan Strategis dan Konsolidasi Visi (3-6 Bulan Awal)
Pembentukan Tim Inti dan Struktur Kemitraan:
- Identifikasi Pemimpin Proyek: Tunjuk tim kepemimpinan dari Pusat Bekam & Thibbun Nabawi Internasional dan Islamicity.
- Tentukan Peran dan Tanggung Jawab: Definisikan secara jelas peran masing-masing pihak dalam kolaborasi ini (misalnya, Pusat Bekam sebagai penyedia keahlian medis dan pelatihan, Islamicity sebagai platform digital, pemasaran, dan penyebaran informasi).
- Legalitas Kemitraan: Buat nota kesepahaman (MoU) atau perjanjian kerja sama formal yang mengikat dan jelas, mencakup tujuan, ruang lingkup, durasi, dan mekanisme pembagian hasil/tanggung jawab.
Perumusan Visi Operasional dan Tujuan Terukur (SMART Goals):
- Definisikan “Baldatun Thoyyibatun” dalam Konteks Kolaborasi: Lebih dari sekadar frase, jabarkan indikator keberhasilan yang terukur. Contoh:
- Sehat & Sejahtera: Peningkatan persentase masyarakat yang mengadopsi gaya hidup sehat Islami, penurunan kasus penyakit tertentu berkat bekam/thibbun nabawi, peningkatan kesejahteraan ekonomi umat melalui KDI UKM.
- Damai & Berlandaskan Nilai Islam: Peningkatan pemahaman dan praktik nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, berkurangnya konflik sosial di komunitas target.
- Tetapkan Target Jangka Pendek (1-2 tahun) dan Jangka Panjang (5-10 tahun):
- Contoh jangka pendek: Melatih X jumlah terapis bekam tersertifikasi, menjangkau Y jumlah komunitas melalui edukasi online, mengadakan Z seminar kesehatan Islami.
- Contoh jangka panjang: Menjadi rujukan utama pengobatan bekam dan thibbun nabawi global, menciptakan model masyarakat yang sehat berbasis masjid.
- Definisikan “Baldatun Thoyyibatun” dalam Konteks Kolaborasi: Lebih dari sekadar frase, jabarkan indikator keberhasilan yang terukur. Contoh:
Identifikasi Target Audiens dan Kebutuhan Mereka:
- Demografi: Siapa saja yang ingin dijangkau? Masyarakat umum, komunitas masjid, profesional kesehatan, individu dengan masalah kesehatan tertentu?
- Kebutuhan: Apa masalah kesehatan atau spiritual yang ingin dipecahkan? Apa informasi yang mereka butuhkan? Bagaimana Bekam & Thibbun Nabawi dapat menjadi solusi bagi mereka?
Penilaian Sumber Daya dan Kapasitas:
- SDM: Jumlah terapis, edukator, developer, tim pemasaran yang tersedia.
- Teknologi: Kesiapan platform Islamicity (
fit.islamicity.tv,health.islamicity.tv,t.me/FITCity313). - Finansial: Kebutuhan dana, potensi sumber pendanaan (investasi, donasi, program KDI UKM).
Fase 2: Pengembangan Konten, Layanan, dan Platform Digital (6-12 Bulan)
Standardisasi dan Sertifikasi Program Bekam & Thibbun Nabawi:
- Kurikulum Pelatihan: Kembangkan modul pelatihan yang komprehensif untuk terapis, mencakup aspek syariah, medis, dan etika.
- Sistem Sertifikasi: Buat standar sertifikasi yang diakui secara internasional untuk memastikan kualitas dan kredibilitas.
- Penyusunan Materi Edukasi: Kembangkan buku panduan, e-book, infografis, dan video tutorial tentang manfaat, prosedur, dan adab bekam/thibbun nabawi.
Pengembangan Platform Digital (Utilisasi Domain Islamicity):
- Portal Kesehatan Terintegrasi: Manfaatkan
http://kesehatan.islamicity.tvatauhttp://global.health.islamicity.tvsebagai hub utama untuk informasi, artikel, jadwal seminar, direktori terapis, dan mungkin konsultasi online. - Platform Pelatihan Online: Gunakan
fit.islamicity.tvatau subdomain yang sesuai untuk menyelenggarakan kursus pelatihan bekam/thibbun nabawi secara online, lengkap dengan materi interaktif dan ujian. - Komunitas Digital: Perkuat
t.me/FITCity313atau platform komunitas lainnya untuk diskusi, berbagi pengalaman, dan dukungan antar anggota dan praktisi. - Integrasi dengan Islamicity Core: Pastikan konten dan layanan Bekam & Thibbun Nabawi terintegrasi mulus dengan ekosistem Islamicity secara keseluruhan (
pro.islamicity.tv,potensi.islamicity.tv, dll.).
- Portal Kesehatan Terintegrasi: Manfaatkan
Produksi Konten Pemasaran dan Edukasi Berkualitas Tinggi:
- Artikel Blog & Infografis: Buat konten reguler tentang manfaat kesehatan Islami, riset ilmiah terkait bekam, kisah sukses.
- Video Edukatif: Produksi video penjelasan, testimoni, dan tutorial singkat.
- Sosial Media Campaign: Rancang strategi konten yang menarik untuk platform seperti Instagram, Facebook, YouTube, TikTok, dengan fokus pada #100TahunKebangkitanUmatUlama dan nilai-nilai Baldatun Thoyyibatun.
Fase 3: Peluncuran, Pemasaran, dan Jangkauan Komunitas (1-2 Tahun)
Peluncuran Resmi Program/Platform:
- Adakan acara peluncuran besar, baik offline maupun online, untuk menarik perhatian media dan masyarakat.
- Libatkan ulama, tokoh masyarakat, dan influencer kesehatan Islami.
Strategi Pemasaran Digital dan Kemitraan Afiliasi:
- SEO & SEM: Optimalkan konten agar mudah ditemukan di mesin pencari.
- Iklan Berbayar: Jalankan kampanye iklan di platform digital untuk menjangkau audiens lebih luas.
- Program Afiliasi: Aktifkan dan promosikan program afiliasi (
http://affiliate.islamicity.tv) untuk menjangkau lebih banyak pemasar yang akan membantu menyebarkan informasi dan layanan. Berikan insentif yang menarik (seperti voucher Haji perdana). - Kemitraan Komunitas Masjid: Aktif bangun kerjasama dengan masjid-masjid dan komunitas lokal untuk menyelenggarakan seminar, workshop, atau klinik bekam keliling, dengan dukungan KDI UKM.
Pengembangan Jaringan Terapis dan Pusat Layanan:
- Direktori Online: Buat direktori terapis tersertifikasi yang mudah dicari di platform digital.
- Kemitraan Pusat Bekam: Jalin kemitraan dengan pusat-pusat bekam yang sudah ada, atau dorong pembentukan pusat baru di berbagai daerah/negara, sesuai standar yang ditetapkan.
Fase 4: Implementasi, Monitoring, dan Evaluasi Berkelanjutan (Berlanjut)
Penyediaan Layanan Bekam & Thibbun Nabawi Berkualitas:
- Pastikan layanan yang diberikan oleh terapis tersertifikasi memiliki standar kualitas dan etika yang tinggi.
- Dorong penerapan Sunnah dalam setiap praktik.
Pengawasan dan Pengukuran Dampak:
- Indikator Kinerja Utama (KPIs): Pantau jumlah pengguna platform, partisipan pelatihan, jumlah layanan bekam yang diberikan, testimoni positif, dan dampak kesehatan/kesejahteraan yang terukur.
- Survei dan Umpan Balik: Lakukan survei berkala untuk mengumpulkan umpan balik dari pengguna dan terapis guna perbaikan berkelanjutan.
Manajemen Pengetahuan dan Penelitian:
- Dokumentasikan praktik terbaik, studi kasus, dan hasil penelitian terkait bekam dan thibbun nabawi.
- Dorong penelitian lebih lanjut untuk memvalidasi manfaat dan efektivitas.
Fase 5: Peningkatan, Inovasi, dan Skala Global (Jangka Panjang)
Iterasi Berdasarkan Umpan Balik:
- Terus tingkatkan konten, layanan, dan platform berdasarkan data dan umpan balik pengguna.
- Perbarui kurikulum pelatihan sesuai perkembangan ilmu.
Ekspansi Global:
- Kembangkan materi dan pelatihan dalam berbagai bahasa (sesuai potensi
global.fit.sialmcity.tvdanglobal.health.islamicity.tv). - Jalin kemitraan dengan organisasi Islam dan kesehatan di seluruh dunia.
- Kembangkan materi dan pelatihan dalam berbagai bahasa (sesuai potensi
Inovasi Produk dan Layanan:
- Jelajahi integrasi dengan teknologi kesehatan lainnya atau pengembangan produk turunan dari Thibbun Nabawi (misalnya, suplemen herbal bersertifikat).
- Kembangkan program-program berkelanjutan untuk kesejahteraan spiritual dan mental yang terintegrasi dengan kesehatan fisik.
Dengan mengikuti langkah-langkah terstruktur ini, kolaborasi antara Pusat Bekam & Thibbun Nabawi Internasional dan Islamicity dapat secara sistematis bekerja menuju terwujudnya masyarakat yang “Sehat, damai, sejahtera, dan selalu berada dalam rahmat serta ridha Allah SWT”, yakni “Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur”.

Baik, jika tujuan Anda adalah mengembangkan acara “BakSos Kesehatan dan Kuliner” yang sudah ada menjadi sebuah inisiatif yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, khususnya dengan mengusung tema “Menjadi BakSos Kesehatan dan Health Kuliner”, berikut adalah langkah-langkah dan penyempurnaan yang bisa Anda lakukan, dengan mengacu pada informasi yang ada di gambar dan diskusi sebelumnya:
Tujuan: Menjadi BakSos Kesehatan dan Health Kuliner Berkualitas & Berkelanjutan
Visi: Menjadikan kegiatan BakSos (Bakti Sosial) Kesehatan dan Kuliner sebagai program rutin yang komprehensif, tidak hanya memberikan layanan, tetapi juga mengedukasi dan memberdayakan masyarakat menuju gaya hidup sehat Islami yang thoyyib (baik).
Target Audiens: Masyarakat umum, komunitas masjid, keluarga, dan individu yang peduli kesehatan holistik dan kuliner sehat.
Langkah Demi Langkah Mewujudkan BakSos Kesehatan & Health Kuliner
Fase 1: Perencanaan dan Pembentukan Tim (1-2 Bulan)
Pembentukan Tim Pelaksana Khusus:
Bentuk tim kecil yang berdedikasi untuk BakSos Kesehatan dan Kuliner, melibatkan perwakilan dari Pusat Bekam, Islamicity, dan relawan.
Tentukan koordinator utama untuk setiap bidang: Kesehatan (Bekam, Medical Check Up), Kuliner, Logistik, dan Promosi.
Perumusan Konsep “Health Kuliner”:
Definisi: Apa yang dimaksud dengan “Health Kuliner” dalam konteks ini? Apakah makanan sehat saja, atau makanan yang juga Islami/thoyyib? Misalnya, makanan bebas pengawet, gula berlebihan, serta halal dan berkah.
Standar Menu: Kembangkan daftar menu atau jenis makanan/minuman sehat yang akan disajikan atau dijual. Libatkan ahli gizi atau pakar kuliner Islami.
Penentuan Skala dan Lokasi:
Apakah akan tetap di satu lokasi atau mencoba menjangkau lebih banyak titik (misalnya, di berbagai masjid atau komunitas)?
Pertimbangkan fasilitas yang dibutuhkan (tempat bekam, area kuliner, tempat tunggu, area edukasi).
Penilaian Kebutuhan dan Sumber Daya:
Kesehatan: Jumlah terapis bekam, perawat/dokter untuk medical check-up, peralatan medis dasar (tensimeter, glukometer, dll.).
Kuliner: Jumlah vendor makanan sehat/Islami, bahan baku, peralatan masak/saji.
Voucher Haji: Mekanisme pembagian dan sumber dana untuk voucher.
Anggaran: Buat rincian biaya operasional, promosi, dan insentif.
Penyusunan Jadwal dan Mekanisme Acara:
Konfirmasi “Setiap Rabu Akhir Bulan” dan buat jadwal tetap.
Bagaimana alur pendaftaran, antrian, pelayanan, hingga pengambilan voucher/kuliner.
Fase 2: Pengembangan Konten dan Kemitraan (2-4 Bulan Sebelum Acara Perdana yang Disempurnakan)
Penguatan Layanan Kesehatan:
Pelatihan Terapis: Pastikan terapis bekam dan al-fashdu memiliki sertifikasi dan standar pelayanan yang tinggi.
Modul Edukasi Kesehatan: Siapkan materi edukasi singkat tentang manfaat bekam, thibbun nabawi, pentingnya medical check-up rutin, dan terapi herbal. Ini bisa berupa flyer, poster, atau sesi mini-talk.
Kemitraan Medis: Jika memungkinkan, jalin kerja sama dengan klinik atau dokter untuk medical check-up yang lebih komprehensif atau rujukan.
Kurasi dan Kemitraan Kuliner Sehat:
Seleksi Vendor: Undang tenant atau UMKM lokal yang menyediakan makanan dan minuman sehat, halal, dan thoyyib. Berikan kriteria jelas.
Edukasi Kuliner: Siapkan informasi tentang manfaat gizi dari menu yang disajikan atau resep makanan sehat Islami.
Pemanfaatan Platform Digital Islamicity:
Website/Landing Page Khusus BakSos: Gunakan http://health.islamicity.tv sebagai pusat informasi untuk BakSos, pendaftaran online (jika ada), jadwal, dan testimoni.
Promosi Berkelanjutan: Manfaatkan platform media sosial Islamicity dan grup Telegram (t.me/FITCity313) untuk promosi rutin, menampilkan menu kuliner, manfaat kesehatan, dan jadwal.
Integrasi QR Code: Pastikan QR code berfungsi dan mengarah ke informasi yang relevan (misalnya, jadwal, lokasi, atau pendaftaran).
Desain Materi Promosi Menarik:
Buat banner, poster digital dan cetak yang menarik perhatian.
Libatkan tim desain untuk menciptakan visual yang konsisten dengan brand Islamicity.
Fase 3: Pelaksanaan dan Peningkatan Kualitas (Setiap Rabu Akhir Bulan)
Pelayanan Profesional dan Ramah:
Pastikan tim dan relawan memberikan pelayanan yang santun dan profesional kepada semua peserta BakSos.
Ciptakan suasana yang nyaman dan edukatif.
Edukasi Interaktif:
Selain layanan, adakan sesi edukasi singkat atau talkshow tentang topik kesehatan Islami, gizi seimbang, atau tips hidup sehat.
Sediakan leaflet atau brosur informasi.
Mekanisme Pembagian Voucher Haji yang Transparan:
Pastikan kriteria dan prosedur untuk mendapatkan voucher Haji gratis jelas dan transparan. Ini bisa menjadi undian, atau hadiah untuk peserta paling aktif/inspiratif.
Pengumpulan Umpan Balik:
Sediakan kotak saran atau formulir umpan balik online (melalui QR code atau link) untuk mengetahui kesan, saran, dan kritik dari peserta.
Ini krusial untuk perbaikan di bulan berikutnya.
Fase 4: Evaluasi, Optimalisasi, dan Skalabilitas (Berlanjut Setelah Setiap Acara)
Evaluasi Rutin Setelah Setiap Acara:
Adakan pertemuan internal tim setelah setiap BakSos untuk mengevaluasi keberhasilan, tantangan, dan area perbaikan.
Analisis data partisipasi, jumlah layanan, dan umpan balik.
Optimalisasi Berdasarkan Data:
Perbaiki alur pelayanan, variasi kuliner, atau fokus edukasi berdasarkan evaluasi.
Contoh: Jika antrian bekam terlalu panjang, pertimbangkan menambah terapis atau mengatur sistem booking.
Membangun Database dan Komunitas Loyal:
Kumpulkan data kontak peserta (dengan izin) untuk pemberitahuan acara berikutnya, artikel kesehatan, atau promosi lain.
Bangun komunitas online yang aktif untuk menjaga interaksi di luar jadwal BakSos.
Potensi Skalabilitas dan Ekspansi:
Jika berhasil di satu lokasi, pertimbangkan untuk mengadakan BakSos serupa di lokasi lain (komunitas masjid, kantor, dll.).
Kembangkan program pelatihan untuk relawan atau terapis baru untuk mendukung ekspansi.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini secara konsisten, “BakSos Kesehatan dan Health Kuliner” dapat bertransformasi menjadi sebuah program unggulan Islamicity yang tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga memberdayakan masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat, berkah, dan mendukung visi “Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur”.





