Penerapan hakikat, syariah, dan khilafah dalam organisasi non-profit Islamicity dengan unit berprofit.

Penerapan Hakikat, Syariah, dan Khilafah dalam Organisasi Non-Profit Islamicity dengan Unit Berprofit

Landasan: Al-Quran, Sunnah, Pendapat Pakar, dan Praktik Terbaik Internasional

Tujuan: Merumuskan bayan terbaik untuk penerapan hakikat, syariah, dan khilafah dalam organisasi non-profit Islamicity dengan unit berprofit.

Hakekat:

  • Tujuan Penciptaan: Organisasi non-profit Islamicity didirikan untuk menjalankan misi dakwah dan menyebarkan nilai-nilai Islam.
  • Keberkahan: Organisasi harus berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam dan berusaha untuk mencapai ridho Allah SWT.
  • Kebermanfaatan: Kegiatan organisasi harus bermanfaat bagi umat manusia dan berkontribusi pada kemajuan peradaban.

Syariah:

  • Ketaatan Syariah: Seluruh kegiatan organisasi harus sesuai dengan syariat Islam, baik dalam aqidah, ibadah, muamalah, maupun akhlak.
  • Fatwa Ulama: Konsultasi dengan ulama yang kompeten diperlukan untuk mendapatkan arahan dan panduan dalam penerapan syariah.
  • Penerapan Syariah secara Komprehensif: Syariah Islam harus diterapkan secara komprehensif dalam semua aspek organisasi, termasuk dalam pengelolaan unit berprofit.

Khilafah:

  • Kepemimpinan yang Adil: Organisasi harus memiliki sistem kepemimpinan yang adil dan transparan.
  • Musyawarah dan Mufakat: Keputusan penting dalam organisasi harus diambil melalui musyawarah dan mufakat.
  • Akuntabilitas: Pemimpin organisasi harus bertanggung jawab kepada Allah SWT dan kepada para anggotanya.

Penerapan Terbaik dalam Organisasi Non-Profit Islamicity:

  • Visi dan Misi yang Jelas: Organisasi harus memiliki visi dan misi yang jelas dan terukur yang berlandaskan pada hakikat, syariah, dan khilafah Islam.
  • Struktur Organisasi yang Efisien: Struktur organisasi harus dirancang agar dapat menjalankan visi dan misi secara efektif dan efisien.
  • Sumber Daya Manusia yang Kompeten: Organisasi harus memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan beriman untuk menjalankan berbagai program dan kegiatan.
  • Pengelolaan Keuangan yang Transparan: Pengelolaan keuangan organisasi harus transparan dan akuntabel. Laporan keuangan harus tersedia secara berkala untuk para pemangku kepentingan.
  • Penerapan Etika Bisnis Islam: Unit berprofit harus menjalankan kegiatan bisnis sesuai prinsip etika Islam.
  • Pemberdayaan Umat: Organisasi harus berusaha untuk memberdayakan umat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  • Kerjasama dan Kolaborasi: Organisasi harus menjalin kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama.

Keterlibatan Pakar dan Praktisi:

  • Konsultasi dengan Ahli: Organisasi harus berkonsultasi dengan ahli di bidang teologi, hukum Islam, dan manajemen untuk mendapatkan arahan dan masukan dalam penerapan hakikat, syariah, dan khilafah.
  • Belajar dari Praktik Terbaik: Organisasi harus belajar dari praktik terbaik organisasi non-profit Islamicity lain yang sukses dalam menerapkan hakikat, syariah, dan khilafah.
  • Pengembangan Kapasitas: Organisasi harus melakukan pengembangan kapasitas sumber daya kualitas manusianya agar mampu memahami dan menerapkan hakikat, syariah, dan khilafah dengan baik.

Kesimpulan:

Organisasi non-profit Islamicity dapat mencapai tujuannya dengan menerapkan hakikat, syariah, dan khilafah dengan baik. Penerapan terbaik dapat dicapai dengan melibatkan pakar dan praktisi, serta dengan belajar dari praktik terbaik organisasi lain.

Bayan ini berfokus pada poin-poin utama yang relevan dengan penerapan hakikat, syariah, dan khilafah dalam organisasi non-profit Islamicity dengan unit berprofitnya. Detail yang tidak terkait langsung seperti informasi personal disingkirkan untuk menjaga fokus dan kerahasiaan.

 

Catatan:

  • Bayan ini tidak membahas secara detail struktur dan operasional organisasi non-profit Islamicity.
  • Konsultasi dengan ahli diperlukan untuk penyesuaian dengan kebutuhan spesifik organisasi.
  • Organisasi harus senantiasa mengkaji dan memperbarui penerapan hakikat, syariah, dan khilafah sesuai perkembangan zaman menurut alquran dan sunnah yang diridhoi Allah SWT.

Quality Management, Regulatory Affairs, Business Excellence & Life Sciences

Penerapan Terbaik di Organisasi Non-Profit Islamicity dengan Unit-Unit Berprofit

Dalam rangka memperkuat legalitas aset manajemen, colateral, dan tatanan organisasi yang berlandaskan pada nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah, penting untuk menyusun ringkasan eksekutif yang mempertimbangkan pandangan para pakar ahli serta praktisi profesional internasional. Organisasi non-profit Islamicity dengan unit-unit berprofit memiliki tantangan unik dalam memastikan keberlanjutan operasional sambil tetap sesuai dengan prinsip syariah.

Tujuan: Membangun kerangka kerja yang kokoh untuk manajemen aset, legalitas, dan struktur organisasi yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan Sunnah.

Strategi Penerapan:

  1. Legalitas Aset Manajemen:
    • Kepatuhan Syariah: Memastikan semua aset dan investasi yang dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Konsultasikan dengan ahli syariah untuk verifikasi.
    • Transparansi dan Akuntabilitas: Menyusun laporan keuangan yang transparan dan dapat diaudit untuk meningkatkan kepercayaan stakeholders.
  2. Induk Colateral:
    • Penjaminan Syariah: Menggunakan skema penjaminan yang sesuai dengan hukum Islam, seperti musyarakah (kemitraan) dan mudharabah (bagi hasil).
    • Risiko Manajemen: Mengembangkan kebijakan manajemen risiko yang robust untuk melindungi aset organisasi.
  3. Tatanan Organisasi:
    • Kepemimpinan Berbasis Nilai: Mengadopsi model kepemimpinan yang mencerminkan nilai-nilai Islami seperti keadilan, amanah, dan integritas.
    • Pelatihan dan Pengembangan: Memberikan pelatihan berkelanjutan untuk staf dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam operasi sehari-hari.

Praktik Terbaik dari Pakar Ahli dan Praktisi Profesional Internasional:

  1. Strategic Advisor & Consultant:
    • Quality Management: Menerapkan sistem manajemen kualitas yang ketat untuk memastikan semua operasi memenuhi standar tinggi.
    • Regulatory Affairs: Mematuhi semua regulasi yang berlaku, baik lokal maupun internasional, untuk memastikan operasi yang sah dan berkelanjutan.
    • Business Excellence: Mengadopsi praktik terbaik dalam manajemen bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi.

Penerapan di Organisasi Non-Profit Islamicity:

  1. Unit-Unit Berprofit:
    • Diversifikasi Pendapatan: Mengembangkan unit-unit bisnis yang berprofit untuk mendukung biaya operasional organisasi non-profit.
    • Pengelolaan Keuntungan: Menyalurkan keuntungan dari unit-unit berprofit untuk mendukung program-program non-profit sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
  2. Keterlibatan Komunitas:
    • Partisipasi dan Transparansi: Melibatkan komunitas dalam proses pengambilan keputusan dan menjaga transparansi dalam semua aspek operasional.

Dengan menggabungkan prinsip-prinsip syariah dengan praktik terbaik dari ahli dan praktisi profesional, organisasi non-profit Islamicity dapat memastikan keberlanjutan operasional yang berlandaskan pada nilai-nilai agama dan sistem kehidupan Diin Islam yang di ridhoi Allah SWT. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat legalitas dan manajemen aset tetapi juga meningkatkan kepercayaan dan partisipasi dari komunitas yang dilayani.

Selanjutnya rangkuman Penerapan Terbaik Unit Berprofit untuk Organisasi Non-Profit Islamicity sebagai berikut :

Landasan: Al-Qur’an, Sunnah, Pendapat Pakar, dan Praktik Terbaik Internasional

Organisasi: Organisasi Non-Profit Islamicity dengan Unit Berprofit untuk Biaya Operasional

Tujuan: Merangkum praktik terbaik untuk pengelolaan unit berprofit sesuai prinsip Islam dan tata kelola yang baik.

Prinsip-Prinsip Islam:

  • Niat yang lurus:   Unit berprofit semata-mata bertujuan mendukung operasional organisasi non-profit Islamicity dalam menjalankan dakwah dan kegiatan bermanfaat lainnya.
  • Transparansi keuangan:   Pengelolaan keuangan unit berprofit harus transparan dan akuntabel. Laporan keuangan harus tersedia secara berkala untuk pemangku kepentingan.
  • Etika bisnis Islam:   Unit berprofit harus menjalankan kegiatan bisnis sesuai prinsip etika Islam, seperti menghindari riba, gharar, dan praktik bisnis yang merugikan orang lain.
  • Zakat dan sedekah:   Sebagian keuntungan dari unit berprofit harus dialokasikan untuk zakat dan sedekah sesuai ketentuan syariah.

Keahlian yang Dibutuhkan:

  • Manajemen keuangan Islam:   Memahami konsep keuangan Islam dan penerapannya dalam unit berprofit.
  • Tata kelola perusahaan yang baik:   Menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance dalam pengelolaan unit berprofit.
  • Keahlian bisnis yang relevan:   Memiliki keahlian di bidang bisnis yang digeluti unit berprofit.

Sumber Daya yang Direkomendasikan:

  • Konsultasi dengan ahli keuangan syariah dan pakar tata kelola perusahaan.
  • Studi banding terhadap organisasi non-profit Islamicity lain yang sukses mengelola unit berprofit.
  • Pemanfaatan teknologi untuk pengelolaan keuangan dan operasional unit berprofit.

Catatan:

  • Ringkasan ini tidak membahas secara detail struktur dan operasional unit berprofit.
  • Konsultasi dengan ahli diperlukan untuk penyesuaian dengan kebutuhan spesifik organisasi.
  • Organisasi harus senantiasa mengkaji dan memperbarui praktik pengelolaan unit berprofit sesuai perkembangan zaman.

Kesimpulan:

Ringkasan ini berfokus pada poin-poin utama yang relevan dengan pengelolaan unit berprofit dalam organisasi non-profit Islamicity. Detail yang tidak terkait langsung seperti informasi personal disingkirkan untuk menjaga fokus dan kerahasiaan.

Pengelolaan unit berprofit dalam organisasi non-profit Islamicity dapat dilakukan secara efektif dan efisien dengan berlandaskan prinsip Islam serta praktik terbaik tata kelola. Hal ini akan memastikan bahwa unit berprofit menjadi sumber pendanaan yang halal, berkah, dan bermanfaat untuk mendukung dakwah dan kegiatan sosial lainnya.

Peradaban Politik Pembaharuan & Perubahan

Peradaban politik pembaharuan
oleh Benn Al Islamicity & TIM
 
 
Bismillahirrahmaanirrohiim
 
Peradaban politik pembaharuan dalam konteks #100TahunKebangkitanUmatUlama adalah konsep yang menggarisbawahi pentingnya transformasi dan inovasi dalam politik umat Islam untuk menghadapi tantangan zaman modern. Berikut adalah beberapa gagasan kunci yang relevan dengan konsep ini:
 
1. Pesantren Masyarakat Digital:
   – Transformasi Pendidikan: Pesantren, sebagai lembaga pendidikan tradisional Islam, perlu mengintegrasikan teknologi digital dalam kurikulum mereka. Ini termasuk penggunaan platform e-learning, aplikasi pembelajaran, dan sumber daya digital lainnya untuk memperluas akses pendidikan.
   – Literasi Digital: Mengajarkan literasi digital kepada santri agar mereka dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan informasi. Hal ini juga penting untuk mempersiapkan mereka berkontribusi secara efektif dalam masyarakat digital.
 
   – Platform Media Islam Global: Sebagai media yang menyediakan konten Islami yang mendidik dan informatif, platform ini dapat berfungsi sebagai sumber utama untuk informasi dan pendidikan Islam di era digital.
   – Jaringan Internasional: Membangun jaringan dengan komunitas Muslim global untuk memperkuat persatuan dan berbagi sumber daya serta ide-ide inovatif dalam menghadapi tantangan global.
 
3. Telegram Channels:
   – t.me/ANIESCity: Platform ini bisa digunakan untuk membahas isu-isu politik, sosial, dan ekonomi yang relevan khususnya dengan umat Islam, serta menyebarkan informasi tentang kebijakan dan inovasi yang mendukung kebangkitan umat.
   – t.me/MualafCity: Menyediakan dukungan dan sumber daya bagi para mualaf (orang yang baru masuk Islam), serta membangun komunitas yang inklusif dan suportif.
   – t.me/SantriCity313: Menjadi ruang diskusi dan kolaborasi bagi santri dan ulama untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta mengembangkan strategi-strategi baru untuk kebangkitan umat Islam.
 
Visi Jangka Panjang:
 
Wadah Induk Sosialisasi Legalitas Aset manajemen dan Induk Colateral serta Induk Tatanan Yang Maha Mulya Allah SWT
 
1. Kebangkitan Spiritual dan Moral:
   – Memperkuat Akidah: Membangun dasar yang kuat dalam keimanan dan spiritualitas umat Islam.
   – Pendidikan Akhlak: Menekankan pentingnya akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari dan dalam pengambilan keputusan politik.
 
2. Kebangkitan Intelektual dan Ekonomi:
   – Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi: Mendorong umat Islam untuk terlibat aktif dalam penelitian dan inovasi.
   – Kemandirian Ekonomi: Membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan mandiri, dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti keadilan, transparansi, dan kesetaraan.
 
3. Kebangkitan Sosial dan Politik:
   – Keterlibatan Politik: Mendorong partisipasi aktif umat Islam dalam politik untuk mempengaruhi kebijakan publik yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
   – Keadilan Sosial: Mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera, di mana hak-hak setiap individu dihormati dan dilindungi.
 
Dengan menerapkan konsep-konsep ini, diharapkan peradaban politik pembaharuan dapat menjadi fondasi kuat bagi kebangkitan umat Islam dalam seratus tahun ke depan, sejalan dengan prinsip-prinsip Islam yang mulia dan relevan dengan tantangan zaman modern.
 
Wallahu a’lam bishowab
 
Peradaban Politik Pembaharuan
#100TahunKebangkitanUmatUlama
 
Pesantren Masyarakat Digital

Zona Waktu Kabah, Mekkah

Konsep dan penerapan zona waktu dengan pusat titik 0 di Ka’bah, Mekkah.

Konsep Zona Waktu Mekkah:

Ide ini didasarkan pada pentingnya Mekkah sebagai pusat spiritual umat Islam. Dengan menjadikan Mekkah sebagai titik nol waktu, kita dapat menyatukan umat Islam di seluruh dunia dalam satu kerangka waktu yang sama, terutama dalam hal ibadah seperti sholat.

Prinsip Dasar:

  1. Titik Nol: Bujur Ka’bah di Mekkah (39°49’34” BT) ditetapkan sebagai meridian utama (0°).
  2. Perhitungan Zona Waktu: Zona waktu dihitung berdasarkan perbedaan bujur dari Mekkah. Setiap 15° perbedaan bujur sama dengan perbedaan satu jam.
  3. Penamaan Zona Waktu: Zona waktu diberi nama berdasarkan kota-kota besar di setiap zona atau menggunakan sistem penamaan yang konsisten (misalnya, MMT +1, MMT +2, dst.).

Penerapan:

Penerapan zona waktu Mekkah akan memerlukan koordinasi dan kolaborasi internasional yang luas. Berikut adalah beberapa langkah yang mungkin terlibat:

  1. Kesepakatan Internasional: Mencapai kesepakatan antara negara-negara Muslim dan organisasi Islam internasional untuk mengadopsi zona waktu Mekkah.
  2. Penyesuaian Jam: Menyesuaikan jam di seluruh dunia agar sesuai dengan zona waktu Mekkah. Ini akan melibatkan perubahan besar dalam sistem waktu yang ada.
  3. Pengembangan Standar: Mengembangkan standar dan protokol untuk mengatur zona waktu Mekkah, termasuk penamaan zona waktu, aturan perubahan waktu (jika ada), dan sinkronisasi dengan waktu atom internasional.
  4. Edukasi dan Sosialisasi: Melakukan kampanye edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang zona waktu Mekkah, manfaatnya, dan cara menggunakannya.
  5. Implementasi Teknologi: Mengembangkan aplikasi dan alat bantu untuk memudahkan konversi waktu antara zona waktu Mekkah dan zona waktu lokal.

Tantangan:

  • Koordinasi Internasional: Mencapai kesepakatan dan koordinasi antara banyak negara akan menjadi tantangan besar.
  • Disrupsi: Perubahan besar dalam sistem waktu akan menyebabkan disrupsi signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan bisnis.
  • Penerimaan Publik: Tidak semua orang mungkin setuju dengan perubahan ini, terutama di negara-negara non-Muslim atau di daerah yang memiliki perbedaan budaya yang signifikan.

Manfaat Potensial:

  • Penyatuan Umat Islam: Memperkuat persatuan umat Islam di seluruh dunia dengan memiliki kerangka waktu yang sama untuk ibadah.
  • Kemudahan Koordinasi: Memudahkan koordinasi kegiatan keagamaan dan acara internasional antara umat Islam.
  • Peningkatan Kesadaran: Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya Mekkah sebagai pusat spiritual umat Islam.

Kesimpulan:

Meskipun konsep zona waktu Mekkah menarik dan memiliki potensi manfaat yang besar, penerapannya akan menghadapi banyak tantangan. Dibutuhkan upaya kolaboratif dan komitmen dari komunitas internasional untuk mewujudkannya.

Catatan: Saat ini, zona waktu Mekkah belum diadopsi secara resmi oleh negara mana pun. Namun, beberapa aplikasi dan situs web menyediakan konversi waktu berdasarkan waktu Mekkah untuk membantu umat Islam dalam menentukan waktu sholat dan ibadah lainnya.

Project Management menurut Alquran dan Sunnah

Pembangunan dan pengembangan fungsi, kurikulum dan mekanisme Project Management menurut Alquran dan sunnah, pakar ahli dan praktisi profesional internasional

Bismillahirrahmanirrahim ..

Mari kita bangun dan kembangkan fungsi, kurikulum, dan mekanisme dari kursus “20 min of videos left” ini, dengan mengintegrasikan prinsip Al-Quran dan Sunnah, serta pandangan ahli dan praktisi profesional internasional.

Fungsi Kursus:

* Membekali Keterampilan Manajemen Proyek Islami: Kursus ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang manajemen proyek yang selaras dengan nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, amanah, profesionalisme, dan kebermanfaatan bagi umat.
* Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Proyek: Melalui penerapan prinsip-prinsip manajemen proyek modern yang teruji, peserta diharapkan dapat mengelola proyek dengan lebih efektif, efisien, dan mencapai tujuan yang ditetapkan.
* Menghasilkan Output Proyek Berkualitas Tinggi: Dengan memahami cara menetapkan tujuan yang jelas, menentukan ruang lingkup yang tepat, dan mengukur keberhasilan proyek, peserta diharapkan dapat menghasilkan output proyek yang berkualitas tinggi dan memberikan dampak positif.

Kurikulum Kursus (sesuai Al-Quran dan Sunnah):

1. Pendahuluan:
* Ayat Al-Quran tentang Perencanaan:
* Surah Al-Hasyr ayat 18: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)
* Penjelasan: Ayat ini menekankan pentingnya perencanaan dan persiapan untuk masa depan, termasuk dalam konteks manajemen proyek.
* Hadits tentang Pentingnya Ilmu:
* “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
* Penjelasan: Hadits ini mendorong umat Islam untuk terus belajar dan mengembangkan diri, termasuk dalam bidang manajemen proyek.

2. Menetapkan Tujuan Proyek:
* Konsep Maqasid Asy-Syariah: Memahami tujuan utama proyek dalam kerangka Maqasid Asy-Syariah (tujuan-tujuan syariat), seperti menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.
* Prinsip SMART: Menetapkan tujuan yang Spesifik, Terukur, Dapat Dicapai, Relevan, dan Berbatas Waktu.

3. Menentukan Ruang Lingkup Proyek:
* Konsep Qana’ah: Menjaga keseimbangan antara ambisi dan kemampuan, tidak mengambil proyek yang melebihi kapasitas.
* Prinsip Prioritas: Memprioritaskan tugas-tugas yang paling penting dan berdampak besar.

4. Mengukur Keberhasilan Proyek:
* Konsep Hisab: Menyadari bahwa setiap tindakan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
* Prinsip Evaluasi: Melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan mencapai tujuan yang ditetapkan.

Mekanisme Kursus:

* Pembelajaran Interaktif: Menggunakan kombinasi video, bacaan, kuis, dan diskusi untuk meningkatkan pemahaman peserta.
* Studi Kasus dari Proyek-Proyek Islami: Menganalisis contoh proyek-proyek yang berhasil di dunia Islam, seperti pembangunan masjid, lembaga pendidikan, atau program sosial.
* Mentoring dari Ahli dan Praktisi: Memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi dan belajar langsung dari para ahli dan praktisi manajemen proyek yang berpengalaman di bidang masing-masing.
* Evaluasi Berbasis Kompetensi: Menggunakan penilaian yang berfokus pada kemampuan peserta untuk menerapkan konsep-konsep manajemen proyek dalam konteks Islami.

Integrasi Pandangan Ahli dan Praktisi Profesional Internasional:

* Ahli Manajemen Proyek: Memaparkan teori dan praktik manajemen proyek modern yang relevan dengan konteks Islami.
* Ulama dan Cendekiawan Muslim: Memberikan pandangan dan nasihat tentang bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam manajemen proyek.
* Praktisi Profesional Muslim: Berbagi pengalaman dan pelajaran berharga dari proyek-proyek yang telah mereka kerjakan.

Dengan memadukan prinsip-prinsip Al-Quran dan Sunnah, serta pandangan ahli dan praktisi profesional internasional, kursus ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya ahli dalam manajemen proyek, tetapi juga memiliki integritas moral dan komitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Wallahu a’lam bishowab

Silahkan berpartisipasi dan berkontribusi dalam Peradaban Politik Pembaharuan
#100TahunKebangkitanUmatUlama
potensi.islamicity.tv
dan
qris.masjid.islamicity.tv
register.islamicity.tv

ANIESCity
maju.islamicity.tv

Budaya Organisasi

Budaya Organisasi Islamicity: Integrasi Nilai-nilai Islam dalam Lingkungan Kerja Modern

Islamicity, sebagai organisasi nirlaba yang juga memiliki usaha profit, memiliki budaya organisasi yang unik dan khas. Budaya ini dibangun di atas fondasi nilai-nilai Islam yang diintegrasikan dengan praktik-praktik terbaik manajemen modern. Berikut adalah beberapa elemen kunci dari budaya organisasi Islamicity:

1. Keimanan dan Ketakwaan:

  • Integritas: Kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap tindakan dan keputusan.
  • Amanah: Tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas dan amanah yang diberikan.
  • Ihsan: Berusaha untuk mencapai hasil terbaik dalam setiap pekerjaan, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi.
  • Adab: Menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan, etika, dan moral dalam berinteraksi dengan sesama.

2. Profesionalisme dan Kompetensi:

  • Pengembangan Diri: Komitmen untuk terus belajar dan mengembangkan diri, baik dalam bidang keagamaan maupun profesional.
  • Inovasi: Mendorong kreativitas dan inovasi dalam mencari solusi untuk tantangan yang dihadapi.
  • Kolaborasi: Bekerja sama secara efektif dalam tim, menghargai perbedaan pendapat, dan saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama.
  • Orientasi Hasil: Fokus pada pencapaian hasil yang berkualitas dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

3. Kepedulian Sosial dan Lingkungan:

  • Keadilan Sosial: Berkomitmen untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.
  • Pelestarian Lingkungan: Menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam sebagai amanah dari Allah SWT.
  • Filantropi: Mengalokasikan sebagian keuntungan dari usaha profit untuk kegiatan amal dan sosial.

4. Keseimbangan Dunia dan Akhirat:

  • Integrasi Nilai-nilai Islam: Mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan, termasuk pekerjaan dan bisnis.
  • Waktu untuk Ibadah: Menyediakan waktu dan fasilitas yang memadai bagi karyawan untuk menjalankan ibadah.
  • Kegiatan Keagamaan: Mengadakan kegiatan keagamaan seperti kajian, pengajian, dan peringatan hari besar Islam.

Implementasi Budaya Organisasi Islamicity:

  • Rekrutmen dan Seleksi: Mencari calon karyawan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memiliki nilai-nilai dan akhlak yang sesuai dengan budaya organisasi.
  • Orientasi dan Pelatihan: Memberikan orientasi dan pelatihan kepada karyawan baru tentang budaya organisasi, nilai-nilai Islam, dan praktik-praktik terbaik manajemen.
  • Komunikasi Internal: Menjaga komunikasi yang terbuka dan transparan antara manajemen dan karyawan, serta mendorong partisipasi karyawan dalam pengambilan keputusan.
  • Penghargaan dan Pengakuan: Memberikan penghargaan dan pengakuan kepada karyawan yang berprestasi dan berkontribusi positif terhadap organisasi.

Manfaat Budaya Organisasi Islamicity:

  • Meningkatkan Motivasi dan Produktivitas Karyawan: Karyawan merasa lebih termotivasi dan produktif karena bekerja di lingkungan yang sesuai dengan nilai-nilai mereka.
  • Memperkuat Identitas dan Citra Organisasi: Budaya organisasi yang kuat dan positif dapat memperkuat identitas dan citra organisasi di mata publik.
  • Meningkatkan Kepuasan dan Loyalitas Karyawan: Karyawan merasa lebih puas dan loyal terhadap organisasi karena merasa dihargai dan didukung.
  • Menarik Bakat-Bakat Terbaik: Budaya organisasi yang positif dapat menarik minat para profesional yang berbakat dan memiliki nilai-nilai yang sama.

Dengan menerapkan budaya organisasi yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai Islam, Islamicity dapat menjadi contoh bagi organisasi lain dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam lingkungan kerja modern, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan umat manusia.

Spiritual Digital Marketing

Konsep, Prinsip, dan Mekanisme Digital Marketing Menurut Al-Qur’an dan Sunnah, Pakar Ahli, serta Praktisi Profesional Internasional
oleh Benn Al Islamicity & TIM
 
### 1. Konsep dan Prinsip Digital Marketing Menurut Al-Qur’an dan Sunnah
 
Digital marketing, meskipun merupakan fenomena modern, tetap harus berlandaskan pada prinsip-prinsip dasar yang diatur dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Berikut adalah beberapa konsep dan prinsip yang relevan:
 
Kejujuran dan Transparansi:
Allah SWT berfirman:
*”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak sah), kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.“* (QS. An-Nisa: 29)
 
Integritas:
Rasulullah SAW bersabda:
*”Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, shiddiqin, dan syuhada.”* (HR. Tirmidzi)
 
Prinsip ini menekankan pentingnya integritas dalam semua bentuk transaksi, termasuk digital marketing. Konten yang disampaikan harus benar, tidak menyesatkan, dan sesuai dengan fakta.
 
Keadilan dan Etika:
Al-Qur’an juga menekankan pentingnya keadilan dalam semua transaksi:
*”Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan.“* (QS. An-Nahl: 90)
 
Pemasaran digital harus dijalankan dengan adil, tidak merugikan pihak lain, dan tidak mengeksploitasi kelemahan konsumen.
 
### 2. Pandangan Pakar Ahli dan Praktisi Profesional Internasional
 
Philip Kotler, seorang pakar pemasaran ternama, menyatakan bahwa pemasaran yang sukses adalah tentang memenuhi kebutuhan pelanggan dengan cara yang etis dan berkelanjutan. Hal ini selaras dengan prinsip-prinsip Islam yang menekankan keadilan dan keseimbangan.
 
Seth Godin, seorang praktisi pemasaran digital terkenal, menekankan pentingnya membangun kepercayaan dan hubungan yang tulus dengan audiens. Menurut Godin, transparansi dan otentisitas adalah kunci dalam pemasaran digital, yang sejalan dengan ajaran Islam tentang kejujuran dan integritas.
 
### 3. Mekanisme Digital Marketing
 
Content Marketing:
Konten yang dibuat harus informatif, bermanfaat, dan jujur. Artikel, blog, video, dan media lainnya harus menyampaikan informasi yang benar dan dapat dipercaya.
 
Search Engine Optimization (SEO):
SEO bertujuan untuk meningkatkan visibilitas konten di mesin pencari. Praktisi SEO harus menggunakan teknik yang jujur dan tidak menipu algoritma mesin pencari dengan praktik yang curang seperti keyword stuffing atau link farming.
 
Social Media Marketing:
Menggunakan platform media sosial untuk berinteraksi dengan audiens. Ini termasuk membangun komunitas yang berdasarkan pada nilai-nilai etika dan integritas, serta menghindari penyebaran informasi palsu atau menyesatkan.
 
Email Marketing:
Mengirim email yang relevan dan bermanfaat kepada pelanggan. Pastikan bahwa setiap email yang dikirim memberikan nilai tambah dan tidak menjebak penerima dengan klaim palsu atau janji yang tidak dapat dipenuhi.
 
Pay-Per-Click (PPC) Advertising:
Menggunakan iklan berbayar untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Iklan harus jujur, jelas, dan tidak menyesatkan mengenai produk atau layanan yang ditawarkan.
 
Analytics and Data-Driven Marketing:
Menggunakan data untuk memahami perilaku pelanggan dan mengoptimalkan strategi pemasaran. Penting untuk mengumpulkan dan menggunakan data dengan cara yang etis, menghormati privasi pelanggan, dan memastikan bahwa data tersebut tidak disalahgunakan.
 
### 4. Penerapan Praktis
 
Transparansi dalam Komunikasi:
Sampaikan informasi produk atau layanan dengan jelas dan lengkap. Hindari klaim berlebihan yang tidak dapat dibuktikan.
 
Membangun Kepercayaan:
Fokus pada membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui interaksi yang tulus dan memberikan layanan yang terbaik.
 
Etika dalam Promosi:
Pastikan semua promosi dilakukan dengan cara yang etis dan tidak merugikan konsumen. Hindari teknik pemasaran yang manipulatif atau menyesatkan.
 
Kepatuhan terhadap Regulasi:
Patuhi semua peraturan dan standar yang berlaku dalam industri pemasaran digital, termasuk undang-undang privasi data dan perlindungan konsumen.
 
### Kesimpulan
Digital marketing yang sukses dan berkelanjutan harus didasarkan pada prinsip-prinsip kejujuran, transparansi, dan etika yang kuat, sebagaimana yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, serta mengikuti panduan dari pakar dan praktisi profesional internasional, pelaku pemasaran digital dapat membangun reputasi yang baik, meraih kepercayaan konsumen, dan mencapai keberhasilan jangka panjang dalam bisnis mereka.
 
Pesantren Masyarakat Digital

 

 


Contoh Penggunaan <iframe>

Embed Demonstrasi

Pages

Posts

Musyawarah

Membangun Kembali Tradisi Musyawarah Umat Islam: Solusi Komprehensif untuk Memperkuat Persatuan dan Kesejahteraan

Bismillahirrahmaanirrahiim

Kekeliruan dan ketidakfahaman dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam memang menjadi tantangan besar bagi umat Islam di era modern. Hal ini diperparah dengan minimnya tradisi musyawarah yang dulu menjadi ciri khas umat Islam dalam menyelesaikan masalah dan menentukan arah bersama.

Solusi Komprehensif:

Membangun kembali tradisi musyawarah umat Islam membutuhkan solusi komprehensif yang melibatkan berbagai aktor dan elemen masyarakat. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Revitalisasi Pemahaman Ajaran Islam:

  • Pendidikan Islam: Memperkuat pendidikan Islam yang berfokus pada pemahaman mendalam tentang konsep musyawarah dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Dakwah dan Pembinaan Umat: Meningkatkan dakwah dan pembinaan umat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya musyawarah dan perannya dalam memperkuat persatuan dan kesejahteraan umat.
  • Media dan Teknologi: Memanfaatkan media massa dan teknologi informasi untuk menyebarkan informasi dan edukasi tentang musyawarah kepada khalayak yang lebih luas.

2. Membangun Lembaga Musyawarah:

  • Pembentukan Majelis Musyawarah Umat: Membentuk majelis musyawarah di berbagai tingkatan, dari lokal hingga internasional, untuk memfasilitasi dialog dan musyawarah antar umat Islam.
  • Memperkuat Peran Lembaga Islam yang Ada: Memperkuat peran lembaga Islam yang sudah ada, seperti MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan OKI (Organisasi Konferensi Islam), dalam memfasilitasi musyawarah dan perumusan kebijakan umat Islam.
  • Melibatkan Berbagai Pihak: Melibatkan berbagai pihak, seperti cendekiawan, aktivis, dan pemuka agama, dalam proses musyawarah untuk mendapatkan solusi yang komprehensif dan berimbang.

3. Meningkatkan Kesadaran dan Partisipasi Umat:

  • Kampanye dan Sosialisasi: Melakukan kampanye dan sosialisasi tentang pentingnya musyawarah dan mendorong partisipasi umat Islam dalam berbagai forum musyawarah.
  • Membangun Budaya Musyawarah: Membangun budaya musyawarah di lingkungan keluarga, masjid, dan komunitas Muslim lainnya.
  • Memberikan Peluang Partisipasi: Memberikan peluang dan platform bagi umat Islam untuk berpartisipasi dalam proses musyawarah dan pengambilan keputusan.

4. Membangun Kerjasama dan Kolaborasi:

  • Dialog Antar Umat: Meningkatkan dialog antar umat Islam dari berbagai aliran pemikiran untuk memperkuat persatuan dan toleransi.
  • Kerjasama dengan Lembaga Internasional: Bekerjasama dengan lembaga internasional seperti PBB dan OKI untuk membahas dan menyelesaikan masalah bersama umat Islam.
  • Membangun Jaringan Umat Islam: Membangun jaringan umat Islam di seluruh dunia untuk saling berbagi informasi, pengalaman, dan solusi dalam menghadapi berbagai tantangan.

Referensi:

  • Al-Quran: Sumber utama ajaran Islam yang mengandung banyak ayat tentang musyawarah, seperti QS. 42:38 dan QS. 8:69.
  • Hadist Nabi Muhammad SAW: Hadist Nabi Muhammad SAW yang banyak menekankan pentingnya musyawarah, seperti “Siapa yang ingin Allah memaafkan kesalahannya dan melapangkan jalan baginya, hendaklah ia berusaha mendamaikan dua orang yang bermusuhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  • Sejarah Islam: Kajian sejarah Islam menunjukkan bahwa musyawarah merupakan tradisi penting dalam sejarah umat Islam, seperti pada masa Rasulullah SAW dan para sahabatnya.
  • Pemikiran Cendekiawan Islam: Banyak cendekiawan Islam yang menulis tentang pentingnya musyawarah dan perannya dalam memperkuat umat Islam, seperti Al-Farabi, Ibn Khaldun, dan Abul A’la Maududi.

Website:

Penutup:

Membangun kembali tradisi musyawarah umat Islam adalah tugas bersama. Dengan komitmen dan kerjasama dari semua pihak, umat Islam dapat kembali menjadi umat yang bersatu, kuat, dan mampu menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi.

Ingatlah bahwa musyawarah adalah kunci untuk mencapai persatuan, kemajuan, dan kesejahteraan umat Islam.

Kemitraan Strategis

Konsep dan Prinsip Terbaik Kemitraan Menurut Al-Qur’an dan Sunnah Rahmatan Lil Alamin, Pakar Ahli, dan Praktisi Profesional Internasional

Kemitraan merupakan elemen penting dalam mencapai kesuksesan dan kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia bisnis. Al-Qur’an dan Sunnah Rahmatan Lil Alamin, pakar ahli, dan praktisi profesional internasional memberikan panduan berharga mengenai konsep dan prinsip terbaik kemitraan yang sejalan dengan nilai-nilai etika dan moralitas.

Panduan dari Al-Qur’an dan Sunnah:

  • Saling Menguatkan dan Membantu: Al-Qur’an menekankan pentingnya kerjasama dan saling membantu dalam kebaikan (QS. Al-Maidah: 2). Kemitraan yang ideal terjalin atas dasar saling menguatkan dan membantu untuk mencapai tujuan bersama.
  • Kejujuran dan Keadilan: Kejujuran dan keadilan menjadi landasan utama dalam menjalin kemitraan. Al-Qur’an menyerukan untuk selalu berkata benar dan bersikap adil dalam setiap interaksi (QS. An-Nahl: 91).
  • Saling Menghormati dan Menghargai: Kemitraan yang sehat dibangun atas rasa saling menghormati dan menghargai perbedaan antar pihak. Sunnah Nabi Muhammad SAW mengajarkan untuk selalu menghormati orang lain, termasuk dalam hubungan bisnis (HR. Bukhari).
  • Saling Percaya dan Amanah: Kepercayaan dan amanah menjadi kunci keberhasilan kemitraan. Al-Qur’an melarang pengkhianatan dan menekankan pentingnya menjaga amanah (QS. Al-Anfal: 28).
  • Saling Menguntungkan dan Berkelanjutan: Kemitraan yang ideal menghasilkan keuntungan bagi semua pihak yang terlibat. Sunnah Nabi Muhammad SAW menganjurkan untuk mencari keuntungan yang halal dan berkelanjutan (HR. Tirmidzi).

Panduan dari Pakar Ahli dan Praktisi Profesional Internasional:

  • Tujuan yang Jelas dan Terukur: Kemitraan yang sukses memiliki tujuan yang jelas, terukur, dan disepakati bersama oleh semua pihak yang terlibat.
  • Saling Memahami Kekuatan dan Kelemahan: Kemitraan yang efektif terjalin dengan memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing pihak, sehingga dapat saling melengkapi dan memaksimalkan potensi bersama.
  • Komunikasi yang Terbuka dan Efektif: Komunikasi yang terbuka, jujur, dan konstruktif menjadi kunci keberhasilan kemitraan.
  • Penyelesaian Konflik yang Efektif: Konflik dalam kemitraan adalah hal yang wajar. Kemampuan untuk menyelesaikan konflik secara efektif dan konstruktif merupakan kunci keberhasilan jangka panjang.
  • Komitmen dan Kegigihan: Kemitraan yang sukses membutuhkan komitmen dan kegigihan dari semua pihak yang terlibat untuk mencapai tujuan bersama.

Menyatukan Panduan untuk Kemitraan yang Ideal:

Dengan menggabungkan panduan dari Al-Qur’an dan Sunnah Rahmatan Lil Alamin, pakar ahli, dan praktisi profesional internasional, kita dapat membangun kemitraan yang ideal dengan prinsip-prinsip berikut:

  • Etika dan Moralitas: Kemitraan harus didasarkan pada nilai-nilai etika dan moralitas yang sejalan dengan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah, seperti kejujuran, keadilan, saling menghormati, dan saling percaya.
  • Tujuan yang Jelas dan Saling Menguntungkan: Kemitraan harus memiliki tujuan yang jelas, terukur, dan saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.
  • Komunikasi yang Terbuka dan Efektif: Komunikasi yang terbuka, jujur, dan konstruktif menjadi kunci keberhasilan kemitraan.
  • Penyelesaian Konflik yang Efektif: Konflik dalam kemitraan adalah hal yang wajar. Kemampuan untuk menyelesaikan konflik secara efektif dan konstruktif merupakan kunci keberhasilan jangka panjang.
  • Komitmen dan Kegigihan: Kemitraan yang sukses membutuhkan komitmen dan kegigihan dari semua pihak yang terlibat untuk mencapai tujuan bersama.

Kemitraan yang ideal tidak hanya menghasilkan keuntungan bisnis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip terbaik kemitraan, kita dapat membangun hubungan yang kuat, mencapai tujuan bersama, dan berkontribusi pada kemajuan yang berkelanjutan.

Sumber Daya Tambahan:

  • Konsep Kemitraan dalam Islam [URL]
  • [Prinsip-Prinsip Kemitraan yang Efektif]([URL]

Sukses Visi Misi Ummah

Bismillahirrahmaanirrahiim

Berikut panduan sukses berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah untuk mencapai visi menciptakan peluang ekonomi bagi ummah secara global dan misi menghubungkan para profesional menjadi lebih produktif dan sukses:

Prinsip-Prinsip Kunci dari Al-Qur’an dan Sunnah

* Kejujuran dan Integritas: Selalu bersikap jujur dalam semua transaksi bisnis dan interaksi. Hindari kecurangan, kebohongan, dan eksploitasi. (Lihat QS Al-Baqarah: 282, Al-Isra’: 35)
* Kerja Keras: Bekerja dengan tekun dan bersungguh-sungguh dalam mengejar tujuan. (QS Asy-Syuraa: 39, HR Bukhari)
* Keadilan: Perlakukan semua orang dengan adil dan setara, baik karyawan, mitra bisnis, maupun pelanggan. (QS Al-Maidah: 8)
* Kerja Sama: Dorong kolaborasi, persatuan, dan saling membantu dalam komunitas Muslim. (QS Al-Hujurat: 10)
* Tanggung Jawab Sosial: Gunakan kekayaan dan pengaruh untuk mendukung yang membutuhkan dan berkontribusi pada kebaikan masyarakat. (QS Al-Baqarah: 261)
* Kepercayaan pada Allah (Tawakkal): Lakukan yang terbaik dan bertawakkal kepada Allah SWT dalam hal hasil. (QS At-Talaaq: 3)

Langkah-Langkah Praktis Sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah

1. Niat yang Tulus: Awali semua usaha dengan niat yang baik, berfokus tidak hanya pada kesuksesan duniawi tetapi juga untuk mencari ridha Allah SWT.
2. Keunggulan Professional: Kembangkan keterampilan dan keahlian yang berharga, berinovasi secara konsisten demi memberikan layanan terbaik.
3. Etika Bisnis Islami: Terapkan prinsip-prinsip Islam dalam setiap aspek bisnis: penetapan harga yang adil, transparansi, kontrak yang jujur, menghormati karyawan, dan menghindari praktik riba (praktik berbasis bunga).
4. Membangun Jaringan: Bangun hubungan yang kuat berdasarkan saling percaya dan rasa hormat. Perluas jaringan di dalam komunitas Muslim dan seterusnya.
5. Memberi Kembali: Sisihkan sebagian dari keuntungan untuk tujuan zakat, sedekah, dan proyek amal lainnya. Dukunglah kewirausahaan dan pertumbuhan ekonomi dalam komunitas Muslim secara global.
6. Menyeimbangkan Kehidupan Duniawi dan Akhirat: Jangan abaikan kewajiban dan spiritualitas spiritual. Tunaikan shalat, berdzikir, dan jadikan Al-Qur’an sebagai panduan.

Contoh Kesuksesan

Banyak contoh pengusaha Muslim yang telah menggabungkan prinsip-prinsip Islam dan etos kerja yang kuat untuk mencapai kesuksesan di berbagai bidang. Riset kisah mereka untuk mencari inspirasi.

Hal yang Perlu Diingat

* Definisi Sukses: Jangan batasi sukses hanya pada ukuran materi. Kekayaan sejati terletak pada keseimbangan kontribusi positif bagi masyarakat dan kepuasan spiritual.
* Kesabaran dan Ketekunan: Membangun bisnis yang sukses dan etis membutuhkan waktu dan usaha. Tetaplah sabar dan teguh dalam mengikuti prinsip-prinsip Islam.
* Konsultasi: Carilah bimbingan dari ulama atau sarjana Islam yang tepercaya dalam hal-hal yang berkaitan dengan pengambilan keputusan etis atau keuangan.

Semoga wawasan Islam ini dapat memandu Saudara/i untuk meraih kemakmuran ekonomi dan kesuksesan, sesuai dengan prinsip Al-Qur’an dan Sunnah.

Pesantren Masyarakat Digital
Global Islamicity Nurul Iman
http://global.islamicity.tv
http://digital.pesantren.islamicity.tv
http://greatmall.islamcity.tv
http://islamicity.tv
http://pro.islamicity.tv
http://tamankuliner.com

#100TahunKebangkitanUmatUlama
http://potensi.islamicity.tv
http://register.islamicity.tv
dan
http://qris.masjid.islamicity.tv

Webhook Integration

Mendapatkan Actual Webhook URL for WordPress Posts dari Discord Platform

(Langkah demi Langkah)

Tujuan:

Menghubungkan Discord dengan WordPress untuk secara otomatis memposting konten baru dari WordPress ke Discord.

Langkah-langkah:

1. Siapkan WordPress:

2. Siapkan Discord:

  • Buat server Discord dan bergabunglah.
  • Buat webhook baru di server Discord:
    • Buka Pengaturan Server (ikon roda gigi).
    • Pilih Integrasi > Webhook.
    • Klik Buat Webhook Baru.
    • Beri nama webhook (misalnya, “WordPress Posts”).
    • Pilih channel Discord yang ingin Anda tuju untuk postingan WordPress.
    • Klik Salin Webhook URL. Simpan URL ini untuk digunakan nanti.

3. Hubungkan WordPress dan Discord:

  • Buka plugin webhook WordPress yang Anda instal.
  • Masukkan informasi berikut:
    • URL Webhook Discord: URL yang Anda salin di langkah 2.
    • Judul Pesan: Judul yang akan ditampilkan di Discord untuk setiap postingan WordPress.
    • Konten Pesan: Template untuk konten postingan WordPress. Anda dapat menggunakan tag seperti {title}, {content}, {excerpt}, dll. untuk memasukkan informasi postingan.
    • Kategori: Kategori postingan WordPress yang ingin Anda posting (opsional).
    • Pengaturan lain: Ikuti instruksi plugin untuk mengatur opsi tambahan seperti gambar, pemformatan, dan frekuensi posting.
  • Simpan pengaturan.

4. Uji Koneksi:

  • Buat postingan baru di WordPress.
  • Periksa channel Discord yang Anda pilih. Postingan baru Anda seharusnya muncul di sana secara otomatis.

Catatan:

  • Setiap plugin webhook mungkin memiliki pengaturan dan opsi yang berbeda. Ikuti instruksi spesifik untuk plugin yang Anda pilih.
  • Pastikan URL webhook Discord Anda dimasukkan dengan benar.
  • Periksa log kesalahan WordPress dan Discord untuk debugging jika Anda mengalami masalah.

Tips:

  • Anda dapat menggunakan plugin seperti Pretty Links atau Rebrandly untuk mempersingkat dan menyembunyikan URL panjang di postingan Discord.
  • Anda dapat menggunakan format Markdown di Discord untuk memformat pesan Anda dengan lebih baik.
  • Gunakan gambar dan GIF yang menarik untuk menarik perhatian pengguna Discord.

Sumber Daya Tambahan:

Semoga panduan ini membantu!

Romadhon GRATIS !

“🚀 Mau dapat cuan di era Ai ?” Yuk bergabung di Komunitas Maju Jos Bersama Islamicity & Pesantren Masyarakat Digital, wadah inspiratif bagi pelaku UMKM, pebisnis, karyawan swasta, freelancer, dan sma-sederajat, mahasiswa yang ingin berkembang bersama ! 🌟

Dalam Komunitas ini, bukan hanya jaringan yang luas, tetapi juga workshop intensif GRATIS selama 3 hari!

Ini dia contoh materi seru yang akan di bahas:

🌐 Bikin Website Promosi
💡 Cara Daftar Tiktok Affiliate
🌟 Cara Design Produk Dengan Ai
📦 Tambah Cuan Ramadan dari Affiliate Marketing

Jumat – Minggu, 22-24 Maret 2024
Kelas dimulai pukul 15.30 WIB via zoom atau Masjid Kelompok Belajar Anda

Jangan biarkan kesempatan ini lewat begitu saja!

Segera daftar dan hadiri workshop kami yang akan memberikan wawasan baru. 🚀✨

Daftar GRATIS disini :
http://maju.islamicity.tv

Pesantren Masyarakat Digital
global.islamicity.tv

#100TahunKebangkitanUmatUlama
potensi.islamicity.tv
register.islamicity.tv
dan
qris.masjid.islamicity.tv